Guru inspiratif itu …

12 Desember 2014 Tinggalkan komentar

“Guru, apapun kurikulumnya, selalu berusaha memberikan pendidikan dan pembelajaran terbaik untuk siswanya. Mungkin mereka terkadang galak atau tegas, tetapi percayalah di dalam hatinya bercahaya penuh kelembutan.”

Mengenang (Almarhum) Kurikulum 2013

12 Desember 2014 Tinggalkan komentar

Kurikulum 2013

Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 sudah resmi dihentikan berlakunya secara umum di sekolah dan hanya dibatasi pemberlakuannya di sekolah pillotting yang sudah melaksanakan Kurikulum 2013 (K-13) sejak tahun 2013 yang lalu (sudah 3 semester berjalan). Nampaknya keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan (Mendikdasmenbud) Anies Rasyid Baswedan ini masih menjadi tarik ulur di sebagian kalangan (saya menyebutnya sebagai dilema). Mengapa demikian? Berdasarkan berita yang berkembang di media, keputusan ini menimbulkan banyak penafsiran. Sempat beberapa waktu yang lalu muncul “perdebatan” dan “saling sindir” antara Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Mohammad Nuh dengan Mendikdasmenbud Anies R. Baswedan. Hal ini sungguh sangat “tidak etis” menurut saya.

Lalu, sebenarnya yang menjadi pokok permasalahan Kurikulum 2013 itu apa? Pada segi substansi atau segi implementasi kurikulum itu sendiri? Kalau segi substansi yang menjadi dasar, tentunya kita paham dan harus berusaha memahami pengembangan kurikulum sebagai continous process (proses yang berkelanjutan). Dalam teori pengembangan kurikulum, jelas disebutkan bahwa pengembangan kurikulum didasari atas evaluasi dari kurikulum yang sudah ada. Tentunya, jika K-13 dilahirkan dari hasil revisi dari kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006), tidak akan ada masalah dari segi substansinya. Alhasil, kalau dari segi substansi K-13 dipermasalahkan, akan memunculkan anggapan bahwa terjadi proses yang tidak sempurna di dalam pengembangan kurikulumnya. Mungkin, dalam proses revisi KTSP 2006 “belum” menggunakan dokumen evaluasi dan analisis yang lengkap sesuai dengan kondisi di lapangan maupun konsep idealitas tujuan yang akan dicapai di masa depan.

Apabila ditinjau dari segi implementasi, mungkin ini yang menjadi problema di lapangan. Bukan rahasia umum lagi jika buku kurikulum 2013 sebagian besar belum sampai di sekolah bahkan sampai akhir semester ini. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) untuk guru dan kepala sekolah mengenai implementasi K-13 juga belum berjalan dengan baik. Pendampingan pelaksanaan yang dilakukan oleh Instruktur Nasional (IN) K-13 nampaknya belum optimal karena dijalankan dalam proses pelaksanaan, bukan dilakukan sejak sebelum penerapan K-13 secara nasional. Mungkin, planning implementasi luas yang “terkesan” terburu-buru ini menimbulkan banyak “tanda tanya” bagi pelaksana di lapangan. Apalagi, semuanya berjalan begitu “masiv” menjelang akhir masa jabatan pak Menteri.

Terlepas dari semua itu. Faktanya, K-13 sudah dihentikan pemberlakuannya secara massal. Sekolah disarankan kembali ke kurikulum sebelumnya (KTSP 2006). Mengutip pernyataan pak Anies, “Revolusi Mental yang sesungguhnya bukan pada kurikulumnya, tetapi pada guru-gurunya.”. Selamat menjadi guru pendidik, bukan guru administrasi ^^

Berikut penulis kutipkan artikel di Kompas.com, tentang kurikulum 2013. Artikel ini penulis dapatkan dari grup Ikatan Guru Indonesia (IGI). Semoga bisa menjadi “pandangan lain” mengenai pelaksanaan kurikulum 2013, lebih jauh lagi menjadi wawasan kita untuk melaksanakan pendidikan yang paripurna, holistik, dan menyeleruh.

Baca selengkapnya…

Catatan Senja #2

18 September 2014 Tinggalkan komentar

Albert Einstein

Albert Einstein

Salam Sains,

Mulai (makin) cinta dengan filsafat. Kuliah pagi ini memberikan semangat baru untuk terus belajar dan menjadi pribadi yang bijaksana. Ehm, ada tugas menarik yang diberikan ibu profesor, menganalisis tokoh-tokoh ilmuan sekaligus filsuf. Bayangan saya langsung tertuju pada sosok misterius dan fenomenal: ALBERT EINSTEIN. Nah, ini hasil pencarian dari internet tentang petuah bijak beliau. Semoga bermanfaat :-)

1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda
“Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja.”
Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata ‘sukses’. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan.

2. Tekun itu Tak Ternilai
“Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah.”
Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, ‘Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan’. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.

3. Fokus pada saat ini.
“Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu.”
Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun.

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus.

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, ‘Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus’.

Belajar untuk ‘berada di sini, saat ini’, berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.

Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.