Pembelajaan IPA Kolaboratif dengan Teka-teki Sains (TTS)


Pembelajaran IPA Kolaboratif dengan TTS

Pembelajaran IPA Kolaboratif dengan TTS

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit bagi sebagian peserta didik. IPA sebagai disiplin ilmu yang diajarkan secara terpadu (terintegrasi) mencakup aspek fisika, kimia, biologi, kebumian, dan antariksa. Hal inilah yang kadang menjadi penyebab IPA dirasa sulit karena dari segi konten yang cukup banyak ditambah beberapa bagiannya memerlukan perhitungan matematis.

Tak kenal maka tak sayang. Demikian idiom yang sering kita dengar. Mungkin demikian yang dialami peserta didik dalam pembelajaran IPA. Pengalaman masa lalu merasa “IPA itu sulit” menjadi mindset yang perlu diubah. Untuk menjembatani hal tersebut, diperlukan model dan metode pembelajaran yang menyenangkan (joyfull learning) dan bermakna (meaningfull learning) untuk menumbuhkan minat dan ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran IPA.

Program WIB NETTV

Program WIB NETTV

Salah satu program televisi Waktu Indonesia Bercanda (WIB) yang ditayangkan stasiun TV swasta NETTV cukup digandrungi peserta didik. Salah satu segmen yang menarik dan menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity) adalah Teka-Teki Sulit (TTS). Peserta didik sering meniru dan mengadaptasi program tersebut dalam permainan di kelas. Realita inilah yang membuat penulis (sebagai pendidik IPA) mencoba menggunakan model pembelajaran kolaboratif dengan metode diskusi berbantuan Teka-Teki Silang (TTS) IPA.

Pengkondisian Kelas Baca selanjutnya…

Tour de Jepara

21 Desember 2016 Tinggalkan komentar

Beberapa waktu yang lalu berkesempatan mendampingi Master Elyas, M. Eng. (Master Sagusandra, Satu Guru Satu Animasi Drawing) mengisi workshop pembelajaran di Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Sebuah kesempatan yang sangat langka dan pertama kalinya menginjakkan kaki di Bumi Kartini. Lebih menyenangkan lagi, berkesempatan datang untuk berbagi ilmu bukan sekedar jalan-jalan semata.

Workshop Animasi Drawing for Learning ini diikuti sekitar 70 guru Sekolah Dasar dibawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Guru nampak antusias mengikuti kegiatan yang mungkin dirasa masing “baru”. Hal menjadikan pelatihan ini terasa spesial karena Master Elyas berasal dari Kota Ukir ini. Sayang sekali karena asyik mendampingi Bapak/Ibu guru menyusun media pembelajaran sehingga tidak sempat mengabadikan momen. Hmm.

Dokumentasi Tour de Jepara

img_20161204_183833

Berfoto Bersama Master Elyas di Benteng Portugis, Jepara

img_20161204_183545

Pantai Guamanik, Jepara

img_20161204_183411

Air Terjun Songgolangit

img_20161204_183358

PLTU Tanjung Jati B, Jepara

Menggugat Sekolah!

10 Oktober 2016 2 komentar

Salam United Science,

Setelah sekian lama tidak aktif nge-blog lagi, pagi ini saya dapat sebuah pencerahan, mungkin aufklarung, hehe. Di hari yang cukup istimewa 9 Muharram 1438 H, bertepatan dengan Hari Tasu’a dimana disunnahkan untuk berpuasa.

Saat menunggu antrian kamar mandi sebagai anak rantau yang menumpang hidup di Jogja (baca: ngekos), saya sempatkan menikmati video berbagi YouTube dan bertemulah saya pada sebuah video yang cukup membuat saya “tertarik” dan lebih dalam lagi.

Video yang saya temui berjudul “I Just Sued the School System” (Saya Menggugat Sistem Sekolah). Video ini membuka fakta dan realitas pendidikan di “sekolah” kita. Sebuah video yang sangat “berimbang” menampilkan fakta dan argumen yang “mendidik”. Sekolah saat ini belum berkembang mengikuti perkembangan zaman. Sekolah dianggap “memenjarakan” kreativitas dan inovasi. Sekolah hanya mendidik “robot manusia” yang seragam.

Sebuah analogi yang menarik yang saya temukan di video ini. “Memaksa ikan untuk memanjat pohon”. Sebuah realitas yang benar-benar terjadi ketika semua anak “dipaksa” memiliki keahlian yang seragam tanpa memperhatikan bakat dan minat yang dia miliki. Tragis!

 

Simak sendiri videonya. Kita boleh memandang dan mengintrepretasikan maksudnya. Secara pribadi, memang perlu ada perubahan besar dalam “sistem persekolahan” yang ada saat ini. Mari kita dampingi anak-anak kita menemukan bakat dan kehebatannya masing-masing. “Pendidikan yang memerdekakan, pendidikan yang mencerahkan dan memanusiakan!”

Salam,
Ary Gunawan | @arygoen | Ikatan Guru Indonesia Sleman-DIY