Beranda > Artikel > Cerita Pensil*)

Cerita Pensil*)


Suatu ketika, Pembuat Pensil berkata kepada pensil-pensil buatannya,

 “Ada lima hal yang perlu kalian ketahui sebelum Aku mengirimkan kalian ke dunia. Ingatlah selalu kelima hal tersebut sehingga kalian dapat menjadi pensil terbaik sesuai kemampuan masing-masing”.

PERTAMA

Kalian dapat mengerjakan berbagai hal luar biasa, tetapi hanya jika kalian berada pada tangan seseorang.

KEDUA

Kalian akan mengalami pengalaman menyakitkan setiap kali diraut, tetapi hal ini dibutuhkan agar kalian menjadi pensil yang lebih baik.

KETIGA

Kalian memiliki kemampuan untuk memperbaiki setiap kesalahan yang kalian perbuat.

KEEMPAT

Bagian terpenting dari dirimu adalah apa yang ada didalam dirimu.

KELIMA

Apapun yang terjadi, kalian harus tetap menulis. Kalian harus meninggalkan tulisan yang jelas dan dapat dibaca meskipun menghadapi situasi yang sangat sulit.

Sekarang bayangkan pensil tadi adalah diri Anda; ingatlah selalu dan jangan lupakan, sehingga Anda dapat menjadi orang terbaik sesuai kemampuan masing-masing.

PERTAMA

Kita dapat mengerjakan berbagai hal luar biasa, tetapi hanya jika Kita menempatkan diri pada tangan Allah dan membiarkan orang lain mendapatkan manfaat dari kelebihan yang Anda miliki.

KEDUA

Kita akan mengalami pengalaman menyakitkan setiap kali diuji melalui berbagai permasalahan, tetapi hal itu dibutuhkan agar Kita menjadi orang yang lebih baik dan lebih kuat.

KETIGA

Kita selalu dapat memperbaiki setiap kesalahan yang Kita lakukan atau tumbuh menjadi lebih baik melalui kesalahan-kesalahan tersebut.

KEEMPAT

Bagian terpenting dari diri Kita adalah selalu apa yang berada didalam diri Kita.

KELIMA

Pada setiap langkah kehidupan yang Kita jalani, Kita seharusnya meninggalkan karya dan amal kebaikan. Meskipun situasinya sangat sulit, Kita dapat terus berkarya dan beribadah kepada Allah melalui berbagai cara.

Setiap orang seperti sebatang pensil …

Kita diciptakan Allah untuk suatu tujuan yang unik dan khusus.

Dengan penuh pemahaman dan keikhlasan, marilah kita mengisi kehidupan kita di dunia dengan berkarya, beribadah, dan mengerjakan amal perbuatan yang baik serta terus mengingat Allah setiap hari.

Kalau kau tak sanggup menjadi beringin yang tegak di puncak bukit, jadilah saja belukar, tetapi belukar terbaik yangg tumbuh di tepi danau. Kalau kau tak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput, tetapi rumput terbaik yang memperkuat tanggul pinggiran jalan raya. Kalau kau tak sanggup menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil, tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air…

Tidak semua menjadi kapten harus ada awak kapalnya dan tidak semua batu diletakkan pada posisi yang tinggi dan tidak juga semuanya ada di bawah… Tetaplah merendah, karena nilai dirimu ditentukan oleh kebesaran dan kelapangan hatimu…

(dari berbagai sumber)

*)disampaikan dalam KTP (Kajian Taddarus Pengurus) HIMA IPA UNY, Senin, 9 Mei 2011, oleh Ary Gunawan (Ketua HIMA IPA UNY)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: