Beranda > Artikel > Kisah Sepasang Sandal Raja*)

Kisah Sepasang Sandal Raja*)


Seorang Maharaja akan berkeliiling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Beliau memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan-jalan di negeri ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”

Maharaja lalu memanggil seluruh menteri. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan dengan kulit sapi terbaik. Segera saja para menteri melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.

Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata kepada Maharaja, “Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan negeri ini? Padahal, sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja.”

Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut “sandal”.

(source: Cerita Tutur)

Ada pelajaran yang berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri dan bukan dengan jalan mengubah dunia itu…

Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab, seringkali dalam pandangan kita dunia adalah bayangan kita sendiri…

Ya memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan dengan permadani berbulu agar tidak pernah merasakan sakit (hal yang tidak mungkin_pen) atau melapisi hati kita dengan kulit pelapis agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu???

Hidup adalah perbuatan yang disertai tanggung jawab.

Mari belajar bersama menuju insan yang senantiasa berproses menjadi lebih baik dan lebih baik lagi…

“…matahari pagi tidak akan terbit dua kali untuk membangunkan orang yang terlelap tidur..”

Salam Fajar,

Hidupkan Malammu dengan QL, Temukan Dahsyatnya dalam Hidupmu….

www.generasi-fajar.blogspot.com

*)disampaikan dalam KTP (Kajian Taddarus Pengurus) HIMA IPA UNY, Selasa, 24 Mei 2011 oleh Ary Gunawan (Ketua HIMA IPA 2011)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: