Beranda > Artikel, Inspirasi > Amarah dan Keikhlasan

Amarah dan Keikhlasan


Sahabat United Science yang baik dan sabar hatinya…

Alhamdulillah, rangkaian episode kehidupan telah kita lewati hingga menjelang penghujung 2012. Yah, tepat pada hari ini diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Internasional, 10 Oktober 2012. Sudah sehatkah jiwa kita? Mungkin pertanyaan itu hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.

Salah satu indikator sehatnya jiwa kita adalah kemampuan diri kita memanajemen hati dan perilaku kita. Jiwa yang sehat selalu identik dengan hati yang sehat, bebas dari sifat tercela dan nafsu angkara murka (minjem istilah perwayangan, hehe). Hati yang sehat adalah rumah tinggal jiwa yang sehat. Hati yang sehat selalu hidup dan berusaha menghidupkan kehidupan. Selalu sabar dan berusaha lapang terhadap segala situasi dan kondisi. Baik suka maupun duka. Baik bahagia maupun menderita.

Sahabat United Science yang baik dan sabar hatinya…

Kali ini, saya akan berbagi artikel menarik yang saya dapat dari AnneAhira yang bertajuk Melepas Amarah, Meraih Keikhlasan. Semoga bermanfaat🙂

“Terus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, Andalahyang akan terbakar”–  Sidharta Gautama

Sahabat United Science yang baik dan sabar hatinya…

Dalam hidup memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Tapi cepat kendalikan emosi Anda kembali. Jangan biarkan rasa amarah, dendam, iri, kesal atau kecewa kepada pasangan, teman, rekan kerja, atau atasan di kantor bercokol lama di hati kita.

Kekesalan, amarah dan kekecewaan hanya akan mengaktifkan hukum tarik menarik, membuat Anda menerima apa
yang Anda berikan.

Bila kesal pada pasangan atau ada kawan yang mengingkari janji, lalu  Anda menyalahkan mereka atas  kekacauan semua itu, maka Anda akan  mendapatkan kembali keadaan yang dipersalahkan itu.

Kembalinya keadaan itu tidak harus  selalu dari orang yang Anda salahkan,  tetapi sejatinya Anda akan mendapatkan kembali keadaan yang Anda salahkan itu.

Ikhlaskanlah, maafkanlah. Hati  akan terasa lebih lega dan ringan dalam menjalani hidup, lebih fokus terhadap tujuan hidup tanpa terbebani penyakit-penyakit hati yang hanya akan menghabiskan energi
positif.

“Jika saya mengikhlaskan diri saya, saya menjadi yang saya inginkan. Jika saya mengikhlaskan yang saya punya, saya akan menerima apa yang saya butuhkan” –  Tao Te Ching

Semoga Tuhan mengaruniai sabar  yang tak terbatas dan ikhlas yang  tak bertepi untuk kita semua, sehingga  apapun rintangan dan cobaan yang dilalui  akan terasa lebih ringan. 🙂

  1. Irma D. Tantri
    10 Oktober 2012 pukul 05:59

    Kuncinya berpikir positif🙂

    • 10 Oktober 2012 pukul 06:01

      Yups… Possitive thinking dibersamai dengan possitive action🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: