Beranda > Artikel, Education > Konsep SMART Education

Konsep SMART Education


Meneropong IPA Masa Depan:

Tinjauan Socio-Multicultural-Art-Reality-Technology “SMART” Education

Oleh: Ary Gunawan1
Disampaikan dalam Diskusi Sains Yogyakarta2

  

Pengantar (Pergeseran Pendidikan/ Shift Education)

Pembubaran RSBI-SBI oleh Mahkamah Konstitusi

Pasca pembubaran Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) oleh Putusan Mahkamah Konstitusi beberapa waktu yang lalu telah memunculkan polemik dalam kehidupan pendidikan nasional. Pro dan kontra mengiringi keputusan tersebut. Tetapi apakah hanya akan berakhir menjadi sebuah polemik tanpa ada solusi? Ibarat pepatah, nasi telah menjadi bubur, setidaknya masih bisa kita ubah menjadi bubur ayam Haji Sulam yang bisa naik haji. Hehe J

Mahkamah berpendapat RSBI dapat membuka potensi lahirnya diskriminasi, dan menyebabkan terjadinya kastanisasi (penggolongan) dalam bidang pendidikan. Selain itu, Mahkamah berpendapat bahwa penekanan bahasa Inggris bagi siswa di sekolah RSBI atau SBI merupakan pengkhianatan terhadap Sumpah Pemuda tahun 1928 yang menyatakan berbahasa satu, yaitu Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh sekolah di Indonesia harus menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia. (vivanews)

Dalam paper ini, saya akan mencoba memformulasikan sebuah gagasan yang saya istilahkan SMART Education, yaitu akronim dari Socio-Multicultural-Art-Reality-Technology. Harapannya, melalui formula ini, tanpa label RSBI, SBI, Internasional, ataupun predikat lain, setiap institusi pendidikan dan stakeholder pendidikan sampai akar rumput (grassroot) dapat menerjemahkan dan mengimplementasikan fungi pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003.

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Pasal 3, UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003)

Konsep SMART Education

Socio-Multicultural-Art-Reality-Technology (SMART) Education merupakan konsep dan gagasan mengenai integrasi aspek kehidupan sebagai sumber belajar (learning sources), materi belajar (learning material), dan tujuan pembelajaran (learning objectives). Sebagaimana kita hafal, menurut Driyarkara, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia. Kata kunci memanusiakan manusia, dapat dimaknai sebagai sebuah proses pembelajaran sepanjang hayat (longlife education), proses yang tidak pernah berhenti, proses yang melewati dimensi ruang, waktu, dan peradaban (civilization).

Konsep SMART Education

UNESCO memperkenalkan empat pilar belajar, yaitu : Learning to know, Learning to do, Learning to live together, dan Learning to be.

Learning to Know adalah proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menguasai teknik memperoleh pengetahuan dan bukan semata-mata memperoleh pengetahuan. Sikap pembelajaran yang sesuai: “joy of discovery”

Learning to do, pendidikan mengandung makna atau berimplikasi tentang perlunya pendidikan profesional secara konsekuentif, bermuara pada paradigma pemecahan masalah yang memungkinkan seorang mahasiswa berkesempatan mengintegrasikan pemahanan konsep, penguasaan ketrampilan teknis dan intelektual, untuk memecahkan masalah dan dapat berlanjut kepada inovasi dan improvisasi. Sikap pembelajaran yang sesuai: joy of being succesful in achieving objective

Learning to live together, pendidikan diarahkan sebagai proses memasyarakatkan manusia. Pendidikan sebagai pemersatu di dalam keberagaman (unity in diversity). Melalui pendidikan manusia diharapkan bisa hidup berdampingan dengan manusia lainnya untuk mencapai keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupannya. Sikap pembelajaran yang sesuai: joy of getting together to achieve common goal.

Learning to be, hasil akhir pendidikan adalah manusia yang mampu mengenal dirinya yaitu  manusia yang berkepribadian yang mantap dan mandiri. Manusia yang utuh yang memiliki kemantapan emosional dan intelektual, yang mengenal dirinya, yang dapat mengendalikan dirinya, yang konsisten dan yang memiliki rasa empati (tepo sliro), atau dalam kamus psikologi disebut memiliki “Emotional Intelligence”.

Pilar Pembelajaran UNESCO

Gagasan

Melalui konsep SMART Education, pembelajar (peserta didik) diharapkan mampu menjadi subjek sekaligus objek pendidikan. SMART Education menjamin kebebasan berfikir, kebebasan bereksplorasi terhadap lingkungan dimana dia hidup, dimana dia menjalani kehidupan, dan dimana dia akan mewariskan kehidupan tersebut pada generasi yang akan datang.

Eksistensi kehidupan terletak pada dimensi proses menjalani kehidupan tersebut. Melalui SMART Education diharapkan setiap individu mampu dan mau bermanfaat bagi kehidupan. Berusaha terus belajar dan menggali potensi untuk kehidupan yang lebih baik. Lingkungan Sosial, Multikultural, Kesenian, Realita dan Teknologi menjadi bahan bakar untuk meningkatkan performa pendidikan di masa yang akan datang, dimana dunia telah terjadi pergeseran menjadi dunia tanpa batas, cyberworld, networkinglife, dan conectingworld.

“Dunia masa kini bukanlah warisan nenek moyang yang bisa semena-mena kita perlakukan. Akan tetapi, dunia ini adalah titipan anak cucu yang harus bijaksana kita kelola dan terus kita kelola dengan amanah dan penuh keadaban.”

 ————————————————————————————-
1Mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2009, Ketua HIMA IPA UNY 2011, Koordinator Umum Komunitas Pena Indonesia (KOMPENI).

2Diskusi Sains Yogyakarta merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPA (HIMA IPA) bekerjasama dengan Forum Mahasiswa Pendidikan IPA (Sains) Indonesia (FORMIPA Indonesia) pada 9 Februari 2013, di Ruang Seminar FMIPA UNY

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: