Archive

Archive for the ‘Artikel’ Category

Tour de Jepara

21 Desember 2016 Tinggalkan komentar

Beberapa waktu yang lalu berkesempatan mendampingi Master Elyas, M. Eng. (Master Sagusandra, Satu Guru Satu Animasi Drawing) mengisi workshop pembelajaran di Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Sebuah kesempatan yang sangat langka dan pertama kalinya menginjakkan kaki di Bumi Kartini. Lebih menyenangkan lagi, berkesempatan datang untuk berbagi ilmu bukan sekedar jalan-jalan semata.

Workshop Animasi Drawing for Learning ini diikuti sekitar 70 guru Sekolah Dasar dibawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Guru nampak antusias mengikuti kegiatan yang mungkin dirasa masing “baru”. Hal menjadikan pelatihan ini terasa spesial karena Master Elyas berasal dari Kota Ukir ini. Sayang sekali karena asyik mendampingi Bapak/Ibu guru menyusun media pembelajaran sehingga tidak sempat mengabadikan momen. Hmm.

Dokumentasi Tour de Jepara

img_20161204_183833

Berfoto Bersama Master Elyas di Benteng Portugis, Jepara

img_20161204_183545

Pantai Guamanik, Jepara

img_20161204_183411

Air Terjun Songgolangit

img_20161204_183358

PLTU Tanjung Jati B, Jepara

Menggugat Sekolah!


Salam United Science,

Setelah sekian lama tidak aktif nge-blog lagi, pagi ini saya dapat sebuah pencerahan, mungkin aufklarung, hehe. Di hari yang cukup istimewa 9 Muharram 1438 H, bertepatan dengan Hari Tasu’a dimana disunnahkan untuk berpuasa.

Saat menunggu antrian kamar mandi sebagai anak rantau yang menumpang hidup di Jogja (baca: ngekos), saya sempatkan menikmati video berbagi YouTube dan bertemulah saya pada sebuah video yang cukup membuat saya “tertarik” dan lebih dalam lagi.

Video yang saya temui berjudul “I Just Sued the School System” (Saya Menggugat Sistem Sekolah). Video ini membuka fakta dan realitas pendidikan di “sekolah” kita. Sebuah video yang sangat “berimbang” menampilkan fakta dan argumen yang “mendidik”. Sekolah saat ini belum berkembang mengikuti perkembangan zaman. Sekolah dianggap “memenjarakan” kreativitas dan inovasi. Sekolah hanya mendidik “robot manusia” yang seragam.

Sebuah analogi yang menarik yang saya temukan di video ini. “Memaksa ikan untuk memanjat pohon”. Sebuah realitas yang benar-benar terjadi ketika semua anak “dipaksa” memiliki keahlian yang seragam tanpa memperhatikan bakat dan minat yang dia miliki. Tragis!

 

Simak sendiri videonya. Kita boleh memandang dan mengintrepretasikan maksudnya. Secara pribadi, memang perlu ada perubahan besar dalam “sistem persekolahan” yang ada saat ini. Mari kita dampingi anak-anak kita menemukan bakat dan kehebatannya masing-masing. “Pendidikan yang memerdekakan, pendidikan yang mencerahkan dan memanusiakan!”

Salam,
Ary Gunawan | @arygoen | Ikatan Guru Indonesia Sleman-DIY

Merindukan Zaman Perangko


filateli

Perkembangan zaman dan informasi berbasis internet telah mengubah pola interaksi dan komunikasi manusia. Dahulu, orang berkomunikasi jarak jauh dengan perantara surat. Ada sensasi tersendiri menunggu surat terkirim dan menunggu sekian waktu kembali balasan diterima. Surat di kala itu merupakan hal yang sangat “bernilai”. Sebuah media komunikasi yang teramat istimewa di zamannya.

Zaman kini telah berubah. Jasa pengiriman surat, khususnya surat pribadi mulai terpinggirkan. Jumlah transaksi pengiriman surat di kantor pos semakin menurun. Tidak etis jika mengkambinghitamkan perkembangan teknologi komunikasi yang menyebabkan semuanya terjadi. Namun, faktanya demikian. Era kejayaan pos dan jasa pengiriman surat mungkin sudah berakhir.

Surat

Surat merupakan media komunikasi untuk menyampaikan pesan. Surat sudah ada sejak zaman dahulu hingga kini dengan beragam bentuk dan jenisnya. Surat sudah menjadi bagian dari sejarah penting peradaban manusia. Dalam pelajaran sejarah, dimensi waktu antara sejarah dan prasejarah adalah dengan ditemukannya tulisan. Secara jelas bahwa tulisan (benda) dan menulis (proses) merupakan bagian penting yang saling terkait dalam kehidupan. Sejarah pun mencatat berbagai tulisan (dalam bentuk surat) sebagai bukti dan dokumen sejarah.

Menulis surat sesunguhnya bukanlah hal yang mudah. Beberapa kemampuan berpikir secara terintegrasi diperlukan untuk mendapatkan tulisan (baca: surat) yang bagus dan bermakna. Aspek pengetahuan, tata bahasa, pemilihan kata hingga kemampuan menggoreskan pena mutlak diperlukan.

Keterampilan menulis ini merupakan salah satu kompetensi penting yang wajib dikuasai. Menulis merupakan bagian dari komunikasi tidak langsung (non-lisan). Dalam pelajaran bahasa aspek menulis memiliki porsi yang cukup besar. Urgensi menulis menjadi hal penting yang perlu ditumbuhkembangkan, tidak hanya pada pelajar atau mahasiswa tetapi juga pada guru dan dosen serta masyarakat pada umumya.

Perangko

Salah satu bagian penting dalam penulisan surat adalah perangko. Surat harus dibubuhi perangko ketika dikirim melaui kantor pos. Perangko ini sebagai biaya pengiriman yang nilainya berbeda-beda tergantung tujuan pengiriman dan lamanya pengiriman.

Beragamnya perangko dengan berbagai gambar dan bentuk melahirkan keunikan tersendiri. Berbagai negara mengeluarkan seri perangko berbeda-beda. Karena keunikan dan kekhasannya inilah muncul hobi mengoleksi dan mengumpulkan perangko yang dikenal dengan filateli. Komunitas hobi ini cukup berkembang di berbagai tempat dan menjadikan kantor pos sebagai pusat interaksi dan sosialisasi.

Tepat setiap tanggal 29 Maret diperingati sebagai Hari Filateli Indonesia. Hari yang cukup bersejarah bagi para penghobi mengumpulkan perangko. Sebuah hobi yang diberikan hari khusus untuk diperingati. Tentunya bukan hal biasa yang terjadi. Berkirim surat dan mengumpulkan perangko merupakan dua hal yang berbeda tetapi dalam satu rangkaian. Keduanya merupakan bagian penting sejarah komunikasi manusia. Baca selanjutnya…