Arsip

Archive for the ‘Education’ Category

Menggugat Sekolah!

10 Oktober 2016 2 komentar

Salam United Science,

Setelah sekian lama tidak aktif nge-blog lagi, pagi ini saya dapat sebuah pencerahan, mungkin aufklarung, hehe. Di hari yang cukup istimewa 9 Muharram 1438 H, bertepatan dengan Hari Tasu’a dimana disunnahkan untuk berpuasa.

Saat menunggu antrian kamar mandi sebagai anak rantau yang menumpang hidup di Jogja (baca: ngekos), saya sempatkan menikmati video berbagi YouTube dan bertemulah saya pada sebuah video yang cukup membuat saya “tertarik” dan lebih dalam lagi.

Video yang saya temui berjudul “I Just Sued the School System” (Saya Menggugat Sistem Sekolah). Video ini membuka fakta dan realitas pendidikan di “sekolah” kita. Sebuah video yang sangat “berimbang” menampilkan fakta dan argumen yang “mendidik”. Sekolah saat ini belum berkembang mengikuti perkembangan zaman. Sekolah dianggap “memenjarakan” kreativitas dan inovasi. Sekolah hanya mendidik “robot manusia” yang seragam.

Sebuah analogi yang menarik yang saya temukan di video ini. “Memaksa ikan untuk memanjat pohon”. Sebuah realitas yang benar-benar terjadi ketika semua anak “dipaksa” memiliki keahlian yang seragam tanpa memperhatikan bakat dan minat yang dia miliki. Tragis!

 

Simak sendiri videonya. Kita boleh memandang dan mengintrepretasikan maksudnya. Secara pribadi, memang perlu ada perubahan besar dalam “sistem persekolahan” yang ada saat ini. Mari kita dampingi anak-anak kita menemukan bakat dan kehebatannya masing-masing. “Pendidikan yang memerdekakan, pendidikan yang mencerahkan dan memanusiakan!”

Salam,
Ary Gunawan | @arygoen | Ikatan Guru Indonesia Sleman-DIY

Catatan Ngobrol bareng MPR RI


Sebuah kesempatan berharga bisa menjadi bagian dari sebuah acara penting “Netizens Jogja Ngobrol bareng MPR RI”. Acara ini dilaksanakan Jumat-Sabtu, 18-19 Maret 2016 di Eastparc Hotel Jogja.Pengalaman pertama kumpul dengan rekan Komunitas Blogger Jogja sekaligus pengalaman pertama ngobrol langsung dengan petinggi MPR RI.

Kesempatan ini bukanlah sebuah keberuntungan. Rutinitas blogging dan aktif menjadi seorang citizen journalist membuka peluang untuk ikut serta di momentum penting ini. Melalui proses seleksi, alhamdulillah berkesempatan ambil bagian sebagai seorang guru-blogger.

Bang Zul, Ketua Majelis yang easy going

Exif_JPEG_420

Suasana Diskusi Bersama Bang Zul

Keseruan pun dimulai. Sosok yang selama ini hanya bisa dilihat di layar kaca dan berinteraksi lewat jejaring sosial Twitter akhirnya bisa bertemu langsung. Sosok itu tidak lain adalah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Bapak Dr. (HC). Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Bang Zul hadir sebagai narasumber utama didampingi oleh Sekretaris Jenderal MPR RI Bapak Ma’ruf Cahyono, S.H., M.H. Tidak kalah fenomenal, Sekjend MPR ini merupakan Sekjend termuda dalam sejarah MPR RI.

Bang Zul memaparkan pandangannya tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang sekarang dikenal sebagai empat pilar MPR RI (pasca-keputusan Mahkamah Konstitusi). Keempat pilar tersebut adalah Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. Keempat pilar ini merupakan ruh dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara sejak republik ini didirikan dan diperjuangkan kemerdekaannya.

Mata hati saya semakin terbuka tentang ketatanegaraan setelah mendengar pemaparan atau lebih tepatnya inisiasi dari Bang Zul. Realitas yang ada dalam kehidupan berbangsa kita, ruh dan semangat bernegara ini mulai memudar tidak setegas atau se-booming dahulu. Perubahan tata kelola negara pasca-reformasi melahirkan kebebasan yang mungkin dirasa semakin tidak terarah.

Apabila kita bandingkan dengan era Orde Baru (tentu dengan segala kekurangannya) kondisi saat ini jauh berubah, khususnya mengenai kehidupan demokrasi. Peralihan sistem demokrasi perwakilan menuju demokrasi langsung ini ternyata menimbulkan berbagai tantangan, khususnya mengenai cita-cita pendiri bangsa dalam pilar bernegara tersebut. Baca selanjutnya…

Gerhana Matahari Total 2016

29 Februari 2016 Tinggalkan komentar

gerhana-matahari-indonesia-2016

Fenomena astronomi langka akan terjadi bulan Maret 2016. Gerhana matahari total akan dijumpai di beberapa lokasi di Indonesia, diantaranya Palembang, Bangka Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, dan Halmahera (sumber: Detikcom). Beberapa daerah juga mengalami gerhana matahari sebagian, termasuk Yogyakarta (sekitar 80%).

Beberapa tempat di Jogja menurut informasi juga akan menjadi pusat pengamatan fenomena astronomi ini, diantara di alun-alun utara, titik nol kilometer, dan Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan sholat gerhana juga akan di gelar di berbagai masjid besar. Menurut informasi, kejadian langka ini terakhir terjadi tahun 1983 yang lalu.

Pengamatan secara langsung gerhana matahari sangat berbahaya, khususnya mengenai kesehatan mata. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak mengamati secara langsung gerhana matahari tanpa menggunakan peralatan yang memadai. Salah satu sarana mengamati fenomena alam ini melalui live streamining dari beberapa situs resmi. Berikut penulis kutipkan alamat situs resmi yang bisa dikunjungi (berdasarkan informasi dari fanpage Prof. Thomas Djamaluddin, LAPAN).

1. http://lapan.go.id/index.php/home
2. http://gerhana-indonesia.id/id/live-streaming/
3. http://media.bmkg.go.id/gmt.bmkg

Selamat menyaksikan fenomena astronomi ini. Jangan lupa waspada dan selalu bersyukur 🙂