Arsip

Posts Tagged ‘Menulis’

Merindukan Zaman Perangko


filateli

Perkembangan zaman dan informasi berbasis internet telah mengubah pola interaksi dan komunikasi manusia. Dahulu, orang berkomunikasi jarak jauh dengan perantara surat. Ada sensasi tersendiri menunggu surat terkirim dan menunggu sekian waktu kembali balasan diterima. Surat di kala itu merupakan hal yang sangat “bernilai”. Sebuah media komunikasi yang teramat istimewa di zamannya.

Zaman kini telah berubah. Jasa pengiriman surat, khususnya surat pribadi mulai terpinggirkan. Jumlah transaksi pengiriman surat di kantor pos semakin menurun. Tidak etis jika mengkambinghitamkan perkembangan teknologi komunikasi yang menyebabkan semuanya terjadi. Namun, faktanya demikian. Era kejayaan pos dan jasa pengiriman surat mungkin sudah berakhir.

Surat

Surat merupakan media komunikasi untuk menyampaikan pesan. Surat sudah ada sejak zaman dahulu hingga kini dengan beragam bentuk dan jenisnya. Surat sudah menjadi bagian dari sejarah penting peradaban manusia. Dalam pelajaran sejarah, dimensi waktu antara sejarah dan prasejarah adalah dengan ditemukannya tulisan. Secara jelas bahwa tulisan (benda) dan menulis (proses) merupakan bagian penting yang saling terkait dalam kehidupan. Sejarah pun mencatat berbagai tulisan (dalam bentuk surat) sebagai bukti dan dokumen sejarah.

Menulis surat sesunguhnya bukanlah hal yang mudah. Beberapa kemampuan berpikir secara terintegrasi diperlukan untuk mendapatkan tulisan (baca: surat) yang bagus dan bermakna. Aspek pengetahuan, tata bahasa, pemilihan kata hingga kemampuan menggoreskan pena mutlak diperlukan.

Keterampilan menulis ini merupakan salah satu kompetensi penting yang wajib dikuasai. Menulis merupakan bagian dari komunikasi tidak langsung (non-lisan). Dalam pelajaran bahasa aspek menulis memiliki porsi yang cukup besar. Urgensi menulis menjadi hal penting yang perlu ditumbuhkembangkan, tidak hanya pada pelajar atau mahasiswa tetapi juga pada guru dan dosen serta masyarakat pada umumya.

Perangko

Salah satu bagian penting dalam penulisan surat adalah perangko. Surat harus dibubuhi perangko ketika dikirim melaui kantor pos. Perangko ini sebagai biaya pengiriman yang nilainya berbeda-beda tergantung tujuan pengiriman dan lamanya pengiriman.

Beragamnya perangko dengan berbagai gambar dan bentuk melahirkan keunikan tersendiri. Berbagai negara mengeluarkan seri perangko berbeda-beda. Karena keunikan dan kekhasannya inilah muncul hobi mengoleksi dan mengumpulkan perangko yang dikenal dengan filateli. Komunitas hobi ini cukup berkembang di berbagai tempat dan menjadikan kantor pos sebagai pusat interaksi dan sosialisasi.

Tepat setiap tanggal 29 Maret diperingati sebagai Hari Filateli Indonesia. Hari yang cukup bersejarah bagi para penghobi mengumpulkan perangko. Sebuah hobi yang diberikan hari khusus untuk diperingati. Tentunya bukan hal biasa yang terjadi. Berkirim surat dan mengumpulkan perangko merupakan dua hal yang berbeda tetapi dalam satu rangkaian. Keduanya merupakan bagian penting sejarah komunikasi manusia. Baca selanjutnya…